Thursday, 16 June 2022

PENYEBAB TERJADINYA HAMA

Apa itu hama? Hama adalah semua herbivora yng dapat merugikan tanaman yang dibudidayakan manusia secara ekonomis. Akibat serangan hama, produktifitas tanaman menurun, baik mualitas maupun kuantitas, bahkan yang lebih parahnya terjadi kegagalan panen. Lalu apa itu serangga hama? Serangga hama adalah serangga yang merusak tanaman dalam atri presentasi yang lebih besar, sehingga secara materi dapat merugikan.

Bgaimana sih, penyebab terjadinya hama ?

 

Penyebab Terjadinya Hama

1.      Perubahan lingkungan

*      Pada ekosistem alami makanan serangga terbatas dan musuh alami berperan aktif, sehingga populasi serangga rendah. Sebaliknya pada ekosistem pertanian, terutama yang monokultur makanan serangga relatif tidak terbatas sehingga populasi bertambah dengan cepat tanpa dapat diimbangi oleh musuh alaminya.

*      Sebagai contoh Kumbang kentang Colorado (Leptinotarsa decei) yang sebelumnya serangga tersebut hidup diberbagai tanaman famili Solanaceae liar di hutan- hutan, populasi masih rendah. Begitu hutan dibuka dan diubah menjadi kebun kentang maka populasinya meningkat dengan cepat dan menjadi hama kentang yang sangat merugikan.

*      Tanaman monokultur padi pada areal yang sangat luas, akan mengubah populasi berbagai hama bertambah dengan cepat. Katakanlah serangga hama itu Wereng coklat, yang sebelumnya populasi rendah, akan bertambah dengan cepat sehingga Wereng coklat merugikan tanaman padi dan menjadi hama.

2.      Perpindahan tempat dan pemasukan jenis tanaman baru (introduksi)

*      Serangga hama dapat berpindah tempat secara aktif maupun pasif. Perpindahan tempat secara aktif dilakukan oleh imago dengan cara terbang atau berjalan. Secara pasif dilakukan oleh factor lain seperti; tertiup angin atau terbawa pada
tanaman yang dipindahkan oleh manusia. Di tempat yang baru populasi serangga ini bertambah dengan cepat bila faktor lingkungan mendukungnya.

*      Sebagai contoh Kutu loncat lamtoro (Heteropsylla cubana) yang berasal dari Amerika tengah, kemudian bermigrasi ke negara pasifik dan akhirnya sampai ke Indonesia. Kutu loncat di Indonesia tumbuh cepat sekali sehingga ratusan hektar tanaman lamtoro diserangnya. Musuh alami yang efektif untuk Kutu loncat lamtoro yaitu Kumbang predator Curinus cocruleus belum tersedia di Indonesia, sehingga harus didatangkan dari Hawai. Setelah pengembangan predator Curinus, populasi kutu loncat lamtoro mulai dapat dikendalikan.

3.      Perubahan pandangan manusia

*      Meningkatnya pendidikan dan taraf hidup menyebabkan tuntutan terhadap bahan hasil pertanian semakin baik sehingga banyak konsumen yang menginginkan buahbuahan atau sayur-sayuran demikian pula dengan bunga, jangan ada cacat sedikitpun. Pada konsumen tertentu buah yang mengalami sedikit cacat saja sudah ditolak. Dengan penolakan ini berarti cacat tersebut menyebabkan hasil panen tidak laku sehingga terjadi kerugian secara ekonomi.

*      Sebagai contoh serangga hama yang disebut Penggerek tongkol jagung (Helicoverpa armigera Hbn.) masuk ke tongkol jagung melalui ujungnya dengan memotong rambut-rambut, kemudian hidup dibagian dalam ujung tongkol dengan memakan butiran butiran biji jagung. Bagian tongkol yang dirusaknya hanya ujungnya saja sedangkan bagian tongkol masih tetap utuh. Bagi segolongan masyarakat tertentu yang tidak dapat menerima hal ini, menganggap keberadaan H. armigera harus dikendalikan dengan serius.

4.      Aplikasi insektisida yang tidak bijaksana

*      Penggunaan insektisida yang tidak bijaksana akan menyebabkan permasalahan hama semakin kompleks, banyak musuh alami yang mati sehingga populasi serangga bertambah tinggi disamping berkembangnya resistensi, resurgensi dan munculnya
hama sekunder.

*      Resistensi terhadap insektisida bisa terjadi kalau digunakan jenis Insektisida yang lama (bahan aktif sama atau kelompok senyawa yang sama) secara terus-menerus, terutama dosis yang digunakan tidak tepat (dosis sublethal). Pada populasi serangga di alam terjadi keragaman genetik antara individu - individunya. Ada individu yang tahan terhadap suatu jenis insektisida dan ada yang tidak tahan. Bila digunakan jenis insektisida yang sama secara terus menerus maka individu yang ada dalam populasi tersebut akan terseleksi menjadi individu yang tahan. Apabila serangga tersebut berkembangbiak dan masih digunakan insektisida yang sama dengan dosis yang sama maka jumlah individu yang tahan akan semakin banyak demikian seterusnya.

*      Resurgensi adalah peningkatan populasi serangga yang terjadi. Setelah aplikasi insektisida, populasi serangga yang mula-mula rendah kemudian meningkat lagi
dengan cepat melebihi tingkat populasi sebelum aplikasi insektisida. Penyebab utama terjadinya resurgensi adalah terbunuhnya musuh alami serangga hama tersebut pada
waktu aplikasi insektisida. Musuh alami umumnya lebih rentan terhadap insektisida dibandingkan serangga hama. Apabila populasi hama tersebut meningkat lagi pada
generasi berikutnya atau datang dari tempat lain maka tidak ada lagi musuh alaminya yang mengendalikan serangga sehingga populasi serangga hama meningkat.

*      Munculnya hama sekunder pada ekosistem pertanian karena insektisida yang ditujukkan untuk mengendalikan hama utama, akan membunuh pula musuh alami hama utama dan musuh alami hama sekunder. Dalam kondisi demikian komposisi hama pada beberapa generasi berikutnya mungkin akan berubah. hama sekunder akan menjadi hama utama dan hama utama menjadi hama sekunder.

5.      Terdapatnya genotipe baru hasil seleksi atau pemuliaan tanaman è Terjadinya (hama) biotype baru, yang mampu menyerang varietas-varietas baru yang tahan terhadap hama yang bersangkutan.

6.      Adanya sinkronisasi antara fenologi hama dan inangnya è kecocokan hama terhadap tempat hidupnya

7.      Pindahnya hama poliphag/oligophag ke tanaman lain

8.      Pemupukan tidak berimbang dapat mengakibatkan meningkatnya populasi hama/patogen è misalnya hanya nitrogen saja atau fosfat.

 

Beberapa masalah gagal menanggulangi hama

1.    Lemah dalam identifikasi hama dan gejala serangan. Pada umumnya petani hanya mengenal jenis hama yang sedang makan/merusak tanaman saja. Tidak semua fase pertumbuhan hama makan/merusak tanaman. Contoh serangga hama dari Ordo Lepidoptera yang berstatus sebagai hama tanaman hanya larvanya saja, sedangkan ngengat/kupu-kupu, kepompong, kelompok telur tidak makan/merusak tanaman. Pengetahuan perubahan bentuk serangga (metamorfosis) belum di ketahui petani. Lemahnya identifikasi dan sistem pemantauan menyebabkan waktu dan tindakan pengendalian tidak tepat. Di samping itu petani juga belum dapat membedakan antara hama dan musuh alami (predator, parasitoid, dan patogen serangga).

2.    Tindakan pengendalian yang terlambat. Akibat lemahnya identifikasi hama dan pengenalan gejala kerusakan, menyebabkan tindakan pengendalian yang terlambat. Hasil survei menunjukkan bahwa petani kedelai yang memiliki alat semprot sendiri hanya berkisar 10-15% saja, sedang yang lain bergantung dari peminjaman atau sewa. Keterbatasan pemilikan alat semprot ini sering menyebabkan keterlambatan petani dalam melakukan tindakan pengendalian hama kedelai karena pada saat dibutuhkan tindakan pengendalian, alat semprot tidak tersedia (Marwoto et al. 1991). Populasi hama yang tinggi dan larva/ nimfa sudah mencapai umur yang lebih lanjut akan lebih tahan terhadap pestisida. Hasil penelitian Laba dan Soekarna (1986) menunjukkan bahwa ulat grayak pada instar lima tahan terhadap aplikasi insektisida
atau tingkat kematian ulat hanya 40-50%

3.    Aplikasi insektisida yang kurang tepat. Teknik aplikasi insektisida di tingkat petani sering tidak tepat sasaran. Dosis pestisida yang digunakan pada umumnya terlalu rendah. Hasil survei menyatakan bahwa petani di Jawa Timur menggunakan insektisida dengan dosis dan konsentrasi yang lebih rendah dari seharusnya (Marwoto et al., 1991). Konsentrasi anjuran penggunaan insektisida untuk mengendalikan hama berkisar 2–4 ml/l air tergantung dari macam kandungan bahan aktif pestisida. Kenyataannya banyak petani yang menggunakan konsentrasi kurang dari 2 ml/l air, walaupun sebagian telah menggunakan konsentrasi yang benar. Petani tidak memenuhi anjuran penggunaan konsentrasi pestisida dan volume semprot air/hektar. Petani menggunakan volume semprot rata-rata antara 15–20 tangki per hektar atau 225–300 l/ha, sedang volume semprot anjuran berkisar 400–500 l/ha. Pemakaian dosis yang
rendah ini menyebabkan pengendalian hama tidak efektif dan masalah hama kedelai tidak dapat terselesaikan.

4.    Pelaksanaan tindakan pengendalian hama secara bijaksana. Untuk melakukan tindakan pengendalian hama secara bijaksana diperlukan pengetahuan tentang jenis dan perilaku hama yang menyerang tanaman. Kebanyakan petani hanya mengenal jenis hama pada saat stadia merusak tanaman, sedang “hama” pada stadia tidak aktif merusak tanaman, belum banyak diketahui. Informasi bioekologi hama dan musuh alami pada umumnya belum diketahui oleh petani. Informasi bioekologi hama sangat penting untuk proses monitoring dan pengambilan keputusan dalam tindakan pengendalian hama.

 

Pada intinya peranan serangga di alam dapat diklasifikasikan menjadi dua yaitu peranan yang bersifat positif dan negatif. beberapa peranan serangga yang bersifat positif adalah:

1.      Serangga sebagai penyerbuk.

2.      Serangga sebagai penghasil madu.

3.      Serangga sebagai bahan penelitian.

4.      Serangga sebagai penambah nilai estetika seperti taman-taman yang dihiasi dan dilengkapi oleh berbagai macam jenis serangga di dalamnya.

5.      Serangga sebagai sumber makanan.

6.      Serangga sebagai bagian dari ekosistem yang menjaga keseimbangan alam seperti sebagai penghancur bahan organik di alam

7.      Serangga sebagai penggerak roda ekonomi

 

Selain berperan positif, serangga juga memiliki peranan yang bersifat negatif bagi kehidupan diantaranya adalah:

1.      Serangga sebagai vektor penyakit

2.      Serangga menimbulkan kerusakan pada beberapa bidang seperti bidang pertanian, perikanan, kehutanan, gudang, dan lain-lain.

3.      Serangga merusak konstruksi bangunan sehingga dapat menyebabkan kerusakan dan kerugian ekonomi secara signifikan. 

No comments:

Post a Comment

PENYEBAB TERJADINYA HAMA

Apa itu hama? Hama adalah semua herbivora yng dapat merugikan tanaman yang dibudidayakan manusia secara ekonomis. Akibat serangan hama, prod...