Thursday, 16 June 2022

DINAMIKA POPULASI SERANGGA

Setiap spesies yang ada di bumi pasti memiliki habitat atau sebuah tempat untuk bertahan hidup. Habitat itu sendiri dapat dikatakan sebagai tempat tinggal makhluk hidup bagi tumbuhan atau hewan. Maka dari itu, habitat tidak hanya ditinggali oleh satu spesies saja, tetapi ada banyak sekali spesies yang tinggal dalam satu habitat. Banyaknya spesies yang tinggal dalam satu habitat karena untuk menunjang rantai makanan, sehingga setiap spesies dapat bertahan hidup dengan semestinya.

Berbicara tentang hewan memang tidak akan pernah habis, selalu ada hal yang bisa dibicarakan. Banyaknya spesies hewan dalam satu habitat sudah bukan hal asing lagi, mulai dari hewan yang berada paling rendah di rantai makanan dan hewan paling tinggi di rantai makanan. Oleh sebab itu, akan selalu ada hewan yang mati di dalam suatu habitat. Dengan adanya hewan yang mati dan bertahan hidup, maka pertumbuhan spesies hewan akan selalu mengalami perubahan.

Dinamika populasi dibagi menjadi dua kata, dinamika adalah suatu pertumbuhan atau penurunan yang terjadi pada suatu makhluk hidup. Sedangkan populasi adalah sekelompok spesies yang hidup dan berkembang serta tinggal di suatu habitat dengan menggunakan sumber daya alam di habitat itu untuk bertahan hidup.

Jadi, dinamika populasi adalah naik dan turunnya jumlah spesies yang terjadi pada suatu habitat yang disebabkan oleh berbagai macam hal, mulai dari persaingan antar jenis, pemangsaan, hingga kondisi alam yang berubah.

 

Penyebab dinamika populasi pada hewan

Dinamika populasi pada hewan tidak terjadi begitu saja, tetapi ada penyebab-penyebab yang membuat dinamika populasi terjadi. Di bawah ini akan dijelaskan tentang penyebab-penyebab dinamika populasi pada hewan.

 

a.       Interaksi Predasi

Setiap kehidupan yang dijalani oleh makhluk hidup pasti akan selalu ada yang namanya interaksi. Salah satu interaksi yang terjadi pada suatu ekosistem hewan adalah interaksi predasi. Interaksi predasi adalah interaksi yang terjadi pada hewan predator atau pemangsa dengan prey atau hewan yang dimangsa. Adanya interaksi ini menunjukkan bahwa hewan pemangsa berada di atas hewan yang dimangsa dalam suatu rantai makanan yang terjadi pada satu ekosistem.

Pemangsa atau predator adalah hewan yang akan memangsa buruannya untuk bertahan hidup. Dengan kata lain, keberlangsungan hidup pemangsa sangat bergantung dengan kehadiran mangsa tau buruannya. Jika mangsa sudah tidak ada lagi dalam suatu ekosistem, maka pemangsa atau predator perlahan-lahan tidak akan mampu bertahan hidup dan mengalami kepunahan.

Mangsa atau prey adalah hewan yang dimangsa oleh pemangsa. Mangsa juga dapat diartikan sebagai sumber bahan makanan untuk hewan pemangsa. Mangsa dapat bertahan hidup dengan memakan makanan yang ada di habitatnya. Jika tidak ada pemangsa yang memakan mangsa, maka secara berkala populasi mangsa akan terus bertambah.

 

b.      Interaksi Kompetisi

Jika interaksi predasi berkaitan dengan pemangsa dan mangsa, maka lain halnya dengan interkasi kompetisis. Interaksi kompetisi adalah interaksi yang terjadi pada hewan dengan spesies yang sama atau dengan spesies yang berbeda. Pada interaksi ini, hewan akan saling beradu kekuatan satu sama lain, hingga memunculkan pemenang. Pemenang akan mendapatkan atau memperoleh suatu hal yang sudah diperebutkan dan hewan yang mengalami kekalahan akan terluka serta perlahan-lahan akan mengalami kematian. Kematian hewan atas pertarungan tadi menandakan bahwa terjadi pengurangan spesies walaupun tidak begitu signifikan.

Interaksi kompetisi dibagi menjadi dua yaitu interaksi kompetisi intraspesifik dan interaksi kompetisi interspesifik. Kompetisi intraspesifik adalah kompetisi yang terjadi pada individu-individu dengan spesies yang sama. Sedangkan kompetisi interspesifik adalah kompetisi yang terjadi pada individu-individu dengan spesies yang berbeda.

 

c.       Bencana Alam

Terjadinya bencana alam tidak bisa diprediksi, mulai dari gempa bumi, gunung meletus, tsunami, dan banjir. Semua bencana itu akan memengaruhi dinamika populasi pada hewan. Hal ini disebabkan karena habitat hewan yang terkena dampak bencana alam akan mengalami kerusakan, sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama untuk pulih seperti semula.

Dalam proses pemulihan itulah ada hewan yang mampu bertahan hidup dan ada juga yang harus mati karena tidak mampu bertahan hidup. Adanya kematian pada spesies hewan itulah yang menunjukkan terjadinya dinamika populasi. Hewan yang tidak mampu bertahan hidup bisa disebabkan karena tidak adanya sumber makanan atau mati karena terkena dampak bencana alam.

 

d.      Ekosistem

Ekosistem itu sendiri memiliki dua komponen pembentuk, yaitu biotik dan abiotik. Komponen biotik adalah komponen-komponen ekosistem yang terdiri dari makhluk hidup, seperti tumbuhan, hewan, dan manusia. Sedangkan komponen abiotik adalah komponen-komponen yang terdiri dari sesuatu yang tidak hidup, seperti udara, air, tanah, suhu, kelembapan, cahaya matahari, mineral, tingkat keasaman, dan topografi.

Dengan adanya ekosistem, maka setiap hewan bisa mendapatkan makanan, baik yang berasal dari manusia atau dari alam itu sendiri. Ekosistem yang baik menunjukkan bahwa hubungan hewan dengan manusia dan lingkungannya tidak bermasalah, sehingga hewan mampu bertahan hidup dengan semestinya. Semakin banyak spesies hewan yang mampu bertahan hidup, maka semakin kecil spesies hewan mengalami kepunahan.

 

e.       Habitat

Habitat bukan hanya sebagai tempat untuk bertahan hidup, tetapi habitat juga merupakan tempat untuk para hewan berkembang biak. Hewan yang berkembang biak, maka akan menghasilkan keturunan yang baik juga, sehingga populasi dari spesies hewan tersebut terjaga. Terjaganya populasi hewan, maka rantai makanan pada satu ekosistem tetap terjaga. Untuk menjaga keturunan, maka pejantan dan betina harus menjaga dan melindungi anak-anaknya dari pemangsa hingga tumbuh dewasa.

 

f.     Aktivitas Manusia

Rusaknya habitat hewan bukan hanya disebabkan karena bencana alam, tetapi bisa juga disebabkan karena aktivitas manusia. Tak bisa dipungkiri bahwa zaman yang semakin berkembang malah membuat suatu habitat hewan menjadi rusak. Rusaknya habitat ini bisa membuat hewan mencari makanan hingga lingkungan manusia. Manusia yang merasa terganggu akan kedatangan hewan-hewan yang dapat merugikan dirinya, maka berusaha untuk mengusir hewan-hewan itu.

 

 

Faktor yang menentukan tinggi rendahnya populasi suatu organisme terdiri dari faktor internal, eksternal, dan makanan.

*      Faktor internal serangga meliputi siklus hidup, sex ratio, dan keperidian. Siklus hidup yaitu lamanya waktu perkembangan serangga mulai telur hingga serangga tersebut meletakkan telur untuk pertama kali, Semakin pendek siklus hidup maka perkembangan populasi serangga akan sernakin cepat. Sex ratio adalah perbandingan serangga jantan dan betina yang mana serna kin ban yak betina yang dihasilkan akan semakin cepat popufasi serangga tersebut berkernbang, dan keperidian yaitu jumlah telur yang diproduksi oleh seekor betina, tentunya sernakin tinggi tingkat keperidian seekor serangga akan sernakin cepat populasi serangga tersebut berkembang.

*      Faktor ekstemal terdiri dari lingkungan abiotik dan biotik. Lingkungan abiotik meliputi curah hujan, suhultemperatur, kelembaban, dan fain-lain yang akan membatasi atau mendorong populasi serangga untuk berkembang. Curah hujan yang tinggi dapat rnempengaruhi perkembangan populasi serangga secara fangsung yaitu dengan pengaruh fisiknya akibat turunnya hujan terutama untuk serangga-serangga berukuran kedl dan mempengaruhi secara tidak langsung yaitu dengan mernbuat kondisi yang baik bagi perkernbangan penyakit yang dapat menjadikan serangga sakit hingga mengalarni kernatian, dfl. Sernenfara faktor lingkungan biotik meliputi predator, parasitoid, patogen, kornpetitor, dan lain-lain. Kehadiran predator dan parasitoid dalarn suatu pertanaman akan rnenekan perkembangan populasi serangga hama tersebut.

*      Faktor makanan merupakan faktor lainnya yang sangat menentukan perkembangan populasi serangga harna. Faktor kualitas dan kuantitas makanan akan memberikan pengaruh pada tinggi rendahnya perkernbangan populasi.


Silahkan tinggalkan komentar apabila ada pertanyaan. Terima Kasih

No comments:

Post a Comment

PENYEBAB TERJADINYA HAMA

Apa itu hama? Hama adalah semua herbivora yng dapat merugikan tanaman yang dibudidayakan manusia secara ekonomis. Akibat serangan hama, prod...