Klasifikasi Serangga.
Apa arti klasifikasi? Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) menjelaskan pengertian klasifikasi adalah penyusunan
bersistem dalam kelompok atau golongan menurut kaidah atau standar yang
ditetapkan.
klasifikasi adalah
menggambarkan sesuatu yang dikelompokkan berdasarkan kelas atau kasta. Pengertian
klasifikasi adalah kata serapan dari bahasa Belanda ‘Classificatie’ lalu kata
‘Classificatie’ tersebut berasal dari bahasa Prancis, yakni ‘Classification. Jadi
klasifikasi serangga adalah pembagian kelompok serangga berdasarkan ciri-cii
dan bentuk morfologi.
Serangga
diklasifikasikan menjadi dua subkelas besar yaitu Apterygota dan Pterygota. Pembagian
subkelas tersebut didasarkan oleh keberadaan sayap serangga.
Apterygota
Apterygota yaitu
kelompok serangga yang tidak mempunyai sayap, sedikit atau tidak mengalami
proses metamorphosis, mempunyai appendage pada bagian ventral abdomen, serta
pada umumnya mempunyai ukuran kurang dari 5mm. Appendage sendiri
yaitu bagian tubuh yang menonjol, bisa digerakkan dan berfungsi sebagai alat
gerak, untuk makan, alat indra. Dan apterygota sendiri hidupnya di tempat
lembab dimana mengandung humus atau sampah organic, dan ada juga yang memakan
buku atau pakaian.
Nama Apterygota berasal
dari bahasa Yunani, dan berarti "tanpa sayap". Subkelas ini
berisi heksapoda primitif yang tidak terbang, dan tidak bersayap sepanjang
sejarah evolusinya.
Hexapoda primitif tanpa sayap mengalami
sedikit atau tidak ada metamorfosis. Sebaliknya, bentuk larva adalah versi
yang lebih kecil dari induk dewasanya. Apterygotes meranggas sepanjang
hidup mereka, tidak hanya selama fase pertumbuhan. Beberapa apterygote,
seperti gegat, dapat berganti kulit puluhan kali dan hidup beberapa
tahun.
Tiga dari lima ordo yang
diklasifikasikan sebagai Apterygota tidak lagi dianggap serangga
sejati. Dipluran, proturan, dan springtail sekarang disebut sebagai
tatanan hexapoda yang terkenal. Istilah entognath ( ento yang berarti di dalam, dan gnath yang berarti rahang) mengacu pada mulut
internal mereka.
Subclass Apterygota:
Diplura -
diplurans ( Entognatha )
Protura -
proturans ( Entognatha )
Collembola - springtails ( Entognatha )
Thysanura -
gegat dan firebrats ( Insecta )
Microcoryphia -
bristletails melompat ( Insecta )
Entognatha: Heksapoda yang bukan serangga
Pada
umumnya, mahasiswa akan menyatakan bahwa heksapoda itu adalah artropoda berkaki
enam atau serangga, atau heksapoda sama dengan serangga.
Jika dinyatakan bahwa serangga adalah heksapoda, maka hal ini benar. Namun,
jika dibalik, yaitu bahwa heksapoda adalah serangga, maka pernyataan tersebut
menjadi keliru.
Di dalam filum
Artropoda, Entognatha dimasukkan ke dalam klas tersendiri, sesuai namanya. Dan
bersama dengan Klas Insecta (serangga), Entognatha adalah anggota subfilum
Heksapoda (artropoda berkaki enam).
Klas
Entognatha mencakup tiga ordo, yaitu Protura, Diplura, dan Collembola (ekor
pegas) yang kebanyakan hidup di dalam tanah, dan berperan sebagai pemakan bahan
organik (detritivora). Oleh karena itu, keberadaan mereka di lingkungan sangat
bermanfaat. Para ahli juga sering menggunakan keragaman kelompok heksapoda ini
untuk menentukan kualitas kandungan bahan organik tanah, maupun sebaliknya,
kandungan bahan cemaran. Ciri utama dari Entognatha adalah perangkat alat mulut
yang tidak tampak jelas dari luar jadi terkesan tertarik ke dalam atau
tersembunyi di dalam rongga kepalanya. Entognatha sendiri berasal dari
kata ento– yang berarti di dalam, dan –gnatha yang berarti rahang. Ciri lain adalah
bahwa semua heksapoda entognatha tidak bersayap (tuna sayap).
Jadi
kesimpulannya pada Subclass
Apterygota hanya terdapat 3 ordo
Zygentoma
(Thysanura)
Archaeognatha
atau Microcoryphia
Monura
(mengalami kepunahan)
Pterygota adalah subclass dari serangga yang
termasuk serangga bersayap. Pterygota adalah insecta yang mempunyai sayap
dan mengalami metamorfosis, baik itu metamorfosis sempurna maupun metamorfosis
tidak sempurna.
Infraclass Paleoptera
Order Ephemeroptera (mayflies)
Order Odonata (dragonflies, damselflies)
Infraclass Neoptera
Superorder Exopterygota (Hemimetabola)
Order Plecoptera (stoneflies)
Order Blattodea (cockroaches, termites)
Order Notoptera (grylloblattids,
mantophasmids, gladiator bugs,
African rock crawlers, or heelwalkers)
Order Phasmida (Phasmatoptera; stick and leaf insects)
Order Orthoptera (grasshoppers, crickets)
Order Dermaptera (earwigs)
Order Embioptera (webspinners)
Order Psocoptera (booklice or psocids)
Order Zoraptera
Order Phthiraptera (lice)
Order Thysanoptera (thrips)
Order Heteroptera or Hemiptera (true
bugs)
Order Homoptera (cicadas,
hoppers, whiteflies, aphids, scale insects)
Superorder Endopterygota
(Holometabola)
Order Megaloptera (alderflies, dobsonflies)
Order Raphidiodea (snakeflies)
Order Neuroptera (lacewings)
Order Mecoptera (scorpionflies)
Order Trichoptera (caddisflies)
Order Lepidoptera (butterflies, moths)
Order Coleoptera (beetles)
Order Hymenoptera (ants, bees, wasps, sawflies)
Order Diptera (true
flies)
Order Siphonaptera (fleas)
Semoga bermanfaat buat yang baca. silahkan komentarnya apabila ada pertanyaan dari adik2 semuanya..
No comments:
Post a Comment