Thursday, 16 June 2022

KLASIFIKASI SERANGGA

 Klasifikasi Serangga.

Apa arti klasifikasi? Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) menjelaskan pengertian klasifikasi adalah penyusunan bersistem dalam kelompok atau golongan menurut kaidah atau standar yang ditetapkan.

klasifikasi adalah menggambarkan sesuatu yang dikelompokkan berdasarkan kelas atau kasta. Pengertian klasifikasi adalah kata serapan dari bahasa Belanda ‘Classificatie’ lalu kata ‘Classificatie’ tersebut berasal dari bahasa Prancis, yakni ‘Classification. Jadi klasifikasi serangga adalah pembagian kelompok serangga berdasarkan ciri-cii dan bentuk morfologi.

Serangga diklasifikasikan menjadi dua subkelas besar yaitu Apterygota dan Pterygota. Pembagian subkelas tersebut didasarkan oleh keberadaan sayap serangga.

Apterygota

Apterygota yaitu kelompok serangga yang tidak mempunyai sayap, sedikit atau tidak mengalami proses metamorphosis, mempunyai appendage pada bagian ventral abdomen, serta pada umumnya mempunyai ukuran kurang dari 5mm. Appendage sendiri yaitu bagian tubuh yang menonjol, bisa digerakkan dan berfungsi sebagai alat gerak, untuk makan, alat indra. Dan apterygota sendiri hidupnya di tempat lembab dimana mengandung humus atau sampah organic, dan ada juga yang memakan buku atau pakaian.

Nama Apterygota berasal dari bahasa Yunani, dan berarti "tanpa sayap". Subkelas ini berisi heksapoda primitif yang tidak terbang, dan tidak bersayap sepanjang sejarah evolusinya. 

Hexapoda primitif tanpa sayap mengalami sedikit atau tidak ada metamorfosis. Sebaliknya, bentuk larva adalah versi yang lebih kecil dari induk dewasanya. Apterygotes meranggas sepanjang hidup mereka, tidak hanya selama fase pertumbuhan. Beberapa apterygote, seperti gegat, dapat berganti kulit puluhan kali dan hidup beberapa tahun. 

Tiga dari lima ordo yang diklasifikasikan sebagai Apterygota tidak lagi dianggap serangga sejati. Dipluran, proturan, dan springtail sekarang disebut sebagai tatanan hexapoda yang terkenal. Istilah entognath ( ento yang berarti di dalam, dan gnath yang berarti rahang) mengacu pada mulut internal mereka.

Subclass Apterygota:

Diplura - diplurans ( Entognatha )

Protura - proturans ( Entognatha )

Collembola - springtails ( Entognatha )

Thysanura - gegat dan firebrats ( Insecta )

Microcoryphia - bristletails melompat ( Insecta )

 

Entognatha: Heksapoda yang bukan serangga

Pada umumnya, mahasiswa akan menyatakan bahwa heksapoda itu adalah artropoda berkaki enam atau serangga, atau heksapoda sama dengan serangga. Jika dinyatakan bahwa serangga adalah heksapoda, maka hal ini benar. Namun, jika dibalik, yaitu bahwa heksapoda adalah serangga, maka pernyataan tersebut menjadi keliru.

Di dalam filum Artropoda, Entognatha dimasukkan ke dalam klas tersendiri, sesuai namanya. Dan bersama dengan Klas Insecta (serangga), Entognatha adalah anggota subfilum Heksapoda (artropoda berkaki enam).

Klas Entognatha mencakup tiga ordo, yaitu Protura, Diplura, dan Collembola (ekor pegas) yang kebanyakan hidup di dalam tanah, dan berperan sebagai pemakan bahan organik (detritivora). Oleh karena itu, keberadaan mereka di lingkungan sangat bermanfaat. Para ahli juga sering menggunakan keragaman kelompok heksapoda ini untuk menentukan kualitas kandungan bahan organik tanah, maupun sebaliknya, kandungan bahan cemaran. Ciri utama dari Entognatha adalah perangkat alat mulut yang tidak tampak jelas dari luar  jadi terkesan tertarik ke dalam atau tersembunyi di dalam rongga kepalanya. Entognatha sendiri berasal dari kata ento– yang berarti di dalam, dan –gnatha yang berarti rahang. Ciri lain adalah bahwa semua heksapoda entognatha tidak bersayap (tuna sayap).

Jadi kesimpulannya pada Subclass Apterygota hanya terdapat 3 ordo

Zygentoma (Thysanura)

Archaeognatha atau Microcoryphia

Monura (mengalami kepunahan)

Pterygota

Pterygota adalah subclass dari serangga yang termasuk serangga bersayap. Pterygota adalah insecta yang mempunyai sayap dan mengalami metamorfosis, baik itu metamorfosis sempurna maupun metamorfosis tidak sempurna.

Infraclass Paleoptera

Order Ephemeroptera (mayflies)

Order Odonata (dragonflies, damselflies)

Infraclass Neoptera

Superorder Exopterygota (Hemimetabola)

Order Plecoptera (stoneflies)

Order Blattodea (cockroaches, termites)

Order Notoptera (grylloblattids, mantophasmids, gladiator bugs, African rock crawlers, or heelwalkers)

Order Phasmida (Phasmatoptera; stick and leaf insects)

Order Orthoptera (grasshoppers, crickets)

Order Dermaptera (earwigs)

Order Embioptera (webspinners)

Order Psocoptera (booklice or psocids)

Order Zoraptera

Order Phthiraptera (lice)

Order Thysanoptera (thrips)

Order Heteroptera or Hemiptera (true bugs)

Order Homoptera (cicadas, hoppers, whiteflies, aphids, scale insects)

Superorder Endopterygota (Holometabola)

Order Megaloptera (alderflies, dobsonflies)

Order Raphidiodea (snakeflies)

Order Neuroptera (lacewings)

Order Mecoptera (scorpionflies)

Order Trichoptera (caddisflies)

Order Lepidoptera (butterflies, moths)

Order Coleoptera (beetles)

Order Hymenoptera (ants, bees, wasps, sawflies)

Order Diptera (true flies)

Order Siphonaptera (fleas)

 

Semoga bermanfaat buat yang baca. silahkan komentarnya apabila ada pertanyaan dari adik2 semuanya..

No comments:

Post a Comment

PENYEBAB TERJADINYA HAMA

Apa itu hama? Hama adalah semua herbivora yng dapat merugikan tanaman yang dibudidayakan manusia secara ekonomis. Akibat serangan hama, prod...